Rabu, 25 Juni 2008

“ HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA)

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Proses pembelajaran merupakan inti proses pendidikan secara keseluruhan dan guru sebagai pemegang peran utama. Dimana serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbale balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertuntu. Interaksi hubungan timbale balik antara guru dan siswa merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar.

Kegiatan pembelajaran merupakan suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan, dan gurulah yang menciptakan guna membelajarkan anak didik.[1] Dari kedua belah pihak ini akan lahir interaksi edukatif dengan memanfaatkan alat Bantu pembelajaran sebagai mediumnya. Maka semua komponen diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pembelajaran dan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun tujuan pembelajaran dan pengajaran itu dianggap berhasil dengan melihat sejauh mana prestasi belajar yang dicapai siswa. Maka untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan, peran guru amatlah penting disamping harus ada usaha dari siswa itu sendiri, karena dalam hal ini ternyata prestasi mengajar yang baik yang dimiliki oleg guru akan berpengaruh besar bagi keberhasilan siswanya.

Secara psikologis, belajar merupakan suatu proses perubahan tingakah laku seseorang sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. [2]

Prestasi belajar adalah hasil usaha yang dilakukan siswa untuk mencapai keunggulan dalam belajar. Prestasi dapat dikatakan berkualitas tinggi jika prestasinya menunjukkan pencapaian yang tinggi baik aspek kognitif seperti nilai ulangan, EBTA, karya ilmiah, maupun aspek apektif dan psikomotorik seperti : olahraga dan kesenian.

Prestasi belajar merupakan suatu hasil dari proses pembelajaran, dimana didalamnya terdapat beberapa factor yang saling mempengaruhi. Selanjutnya tinggi rendah prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa factor. Adapun factor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, menurut Ngalim Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan, dapat dibagi menjadi dua bagian yiatu “ factor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) seperti; factor jasmani (fisiologis) dan rohani (psikologis). Dan yang termasuk factor jasmani (fisiologis) ini adalah panca indera yang tidak berfungsi sebagimana mestinya, sperti mengalami sakit, cacat tubuh atau perkembangan tubuh yang tidak sempurna serta tidak berfungsinya kelenjar tubuh yang membawa kelainan tingkah laku. Sedangkan yang temasuk factor rohani (psikologis) yaitu; intelegensi, sikap, bakat, dan minat. Dan factor yang bearsal dari luar diri siswa (eksternal) seperti; factor lingkungan sosial dan non sosial. Adapun yang termasuk factor lingkungan sosial seperti; 1, faaktor lingkungan sekolah, yang meliputi : sarana prasarana, kurikulum, metode, motivasi mengajar guru. 2, factor lingkungan keluarga. 3, factor lingkungan masyarakat. Sedangkan yang termasuk lingkungan non sosial seperti; keadaan suhu, kelembapan udara, dan waktu.

Motivasi merupakan suatu dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan sesuatu perubahan energi untuk menciptakan kondisi atau system lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk berlangsungnya proses belajar. Dan mengajar adalah menyampaikan pengetahuan pada anak didik. Adapun pengertian motivasi mengajar adalah suatu perangsang dan pendorong bagi para guru untuk menyampaikan pengetahuan pada anak didik.

Dalam kegiatan pembelajaran sangat diperlukan adanya motivasi mengajar. Dan prestasi belajar siswa sangan diperlukan adanya motivasi mengajar. Dan prestasi belajar siswa akan menjadi optimal, apabila didukung dengan motifasi mengajar guru SMP Islamiyah Darul Irfan Sawangan. Semakin tinggi motivasi mengajar yang dimiliki oleh guru SMP Islamiyah Darul Irfan Sawangan Depok, maka akan semakin tinggi pula prestasi yang dicapai oleh siswa. Jadi motivasi mengajar akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar pada siswa. Adapun tujuan motivasi mengajar adalah untuk menggerakkan kemauan mengajar guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswanya.

Menurut A. Tabrani Rusyan, Aang Tebjanastisna, dan Panji Anuraga motivasi mengajar guru mencakup empat dimensi yaitu; 1) motivasi guru dalam membuat perencanaan pengajaran, 2) motivasi guru dalam melakukan proses pengajaran, 3) motivasi guru dalam melakukan penilaian pengajaran, 4) motivasi guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Seorang guru diharapkan dapat tampil professional dalam menjalankan tugasnya, karena usaha yang maksimal akan menjadi bagian penting dalam proses pengajaran. Adapun asalah satu factor penunjang yang paling utama untuk mencapai professionalisme dalam suatu pengajaran adalah adanya motivasi yang mesti dimiliki oleh setiap pribadi yang bersangkutan, karena berdasarkan adnya motivasi mengajar maka akan timbul dalam diri seseorang rasa cinta terhadap profesi yang diembannya, sehingga dapat melahirkan hasil yang maksimal bagi prestasi belajar siswa.

Guru harus mampu memainkan perannya sebaik mungkin, sebagimana telah dinyatakan oleh Slameto, yang dikutip oleh Muhammad Uzer Usman bahwa salah satu sikap profesionalisme guru adalah memiliki semangat untuk memberikan layanan kepada siswa, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian motivasi mengajar merupakan penggerak perilaku yang bersifat dinamis, mejemuk dan spesifik bagi guriu sebagai pengajar.

Sebagai seorang guru sudah menyadari apa yang sebaiknya dilakukan untuk menciptkan kondisi pembelajaran yang dapat mengantarkan anak didik ke tujuan. Disni tentu saja tugas guru baerusaha menciptakan suasana belajar yang menggairahkan dan menyenangkan bagi semua anak didik. Suasan belajar yang tidak menggairahkan dan menyenangkan bagi anak didik biasanya lebih mendatangkan kegiatan pengajaran yang kurang harmonis. Anak didik gelisah duduk berlama-lama di kursi mereka masing-masing. Kondisi ini tentu menjadi kendala yang serius bagi tercapainya tujuan pengajaran.

Beberapa prinsip yang berlaku umum untuk semua guru yang baik (1) guru yang baik memahami dan menghormati murid. (2) guru yang baik harus menghormati bahan pelajaran yang diberikannya. (3) guru yang baik menyesuaikan metode mengajar dengan bahan pelajaran. (4) guru yang baik menyesuaikan bahan pelajaran dengan kesanggupan individu. (5) guru yang baik mengaktifkan murid dalam hal belajar. (6) guru yang baik memberi pengertian dan bukan hanya kata-kata belaka. (7) guru yang menghubungkan pelajarn dengan kebutuhan murid. (8) guru mempunyai tujuan tetentu dengan tiap pelajaran yang diberikannya. (9) guru jangan terikat oleh satu buku pelajaran. (10) guru yang baik tidak hanay mengajar dalam arti menyampaikan pengetahuan saja kepada murid melainkan senantiasa mengembangkan pribadi anak.[3]

Pengelolaan kelas ialah “seperangkat kegiatan untuk mengembangkan tingkah laku yang diinginkan dan mengurangi bahkan meniadakan tingkah laku yang tidak diinginkan, menembangkan hubungan interpersonal serta mempertahankan organisasi kelas yang efektif dan produktif. Apabila seorang guru mampu mengelola kelas dengan baik, maka dia telah memiliki motivasi mengajar yang baik pula, sehingga dalam meningkatkan prestasi belajar siswa akan menjadi mudah.

Pengajar dapat mengetahui hasil pelajaran sebelumnya dengan cara : (1) lewat kesan yang diperoleh salam jam pelajaran (2) lewat informasi sedrhana dari pihak murid melaliu pertanyaan lisan yang di ajukan oleh pengajar (3) lewat informasi tertulis dari pihak murid yang diperoleh malalui ujian singkat (4) mempelajari hasil ujian yang diadakan pada akhir kursus.[4]

Dan seorang guru dalam melakukan pengajaran tidak hanya besifat transfer of knowledge, akan tetapi disamping memberikan ilmu pengetahuan, juga meningkatkan keterampilan dan pembinaan sikap mental terhadap siswa serta menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam ilmu pengetahuan itu sendiri dengan dibarengi dengan contoh-contoh teladan dari sikap dan tingkah laku guru. Karena pribadi guru merupakan salah satu nilai-nilai yang akan ditransfer dalam suatu proses belajar mengajar. Dengan demikian, guru menjadi contoh model yang nyata untuk dirinya dan anak didiknya.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka penulis ingin melakukan penelitian dengan judul : “ HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI MENGAJAR GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA)

B. Pembatasan dan perumusan masalah

1. Pembatasan masalah

Mengingat luasnya permasalahan yang berkaitan dengan motivasi mengajar guru dan prestasi belajar siswa, maka penulis memberikan batasna sebagai berikut :

  1. Motivasi mengajar guru adalah kemampuan mengajar yang timbul karena adanya dorongan dari yang bersangkutan sebagai hasil integrasi keseluruhan daripada kebutuhan pribadi, pengaruh lingkungan sosial dan pengaruh lingkungan non sosial, dimana kekuatannya tergantunf daripada proses pengintegrasian tersebut.
  2. Prestasi belajar siswa yang dimaksud adalah prestasi yang diperoleh oleh siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar yang diukur dengan melihat apakah hasilnya telah memenuhi tujuan instruksional khusus, yaitu dengan melihat hasil nilai raportnya.
  3. Penelitian dilakukan pada para guru

2. Perumusan masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; “apakah ada hubungan antara motivasi mengajar guru dengan prestasi belajar siswa”?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “ada tidaknya hubungan antara motivasi mengajar guru dengan prestasi belajar siswa”.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaaat untuk :

  1. manfaat teoritis

hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan khususnya mengenai hubungan motivasi mengajar guru dengan prestasi belajar siswa.

  1. manfaat Praktis

a. bagi guru

sebagai bahan masukan bagi guru dalam meningkatkan motivasi mengajar dengan baik, sehingga prestasi belajar yang diraih oleh siswa dapat dicapai dengan hasil yang maksimal.

b. Bagi siswa

untuk memberikan motivasi kepada siswa agar mereka dapat meningkatkan prestasi belajar dengan kemampuan sendiri sehingga mencapai hasil yang optimal, dapat menyesuaikan dieri, serta mandiri.

Data responden

Nama guru :

Jenis kelamin :

Petunjuk pengisian

  1. Mohon dengan hormat bantuan dan kesediaan bapak/ibu guru untuk menjawab pernyataan-pernyataan yang ada.
  2. Berilah tanda checklist (√) pada kolom jawaban yang bapak/ibu pilih sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
  3. Ada empat alternative , yaitu :

· SS = sangat setuju

· S = setuju

· TS = tidak setuju

· STS = sangat tidak setuju

No

Pernyataan

SS

S

TS

STS

1

Sebelum proses pembelajaran kadang-kadang saya membuat satpel kadang-kadang tidak tergantung kondisi.

2

Dalam menyampaikan materi saya tidak mengacu pada TIK, karena itu membingungkan saya.

3

Dalam proses pengajaran di dalam kelas saya perlu menggunakan bermacam-macam metode untuk menimbulkan motivasi belajar siswa.

4

Saya tidak pernah melihat buku pelajaran ketika menjelaskan materi.

5

Agar proses pembelajaran dan pengajaran berjalan dengan efektif dalam menyampaikan materi, saya selalu mengacu pada TIK.

6

Setiap selesai pembelajaran saya mengadakan evaluasi atau tes formatif.

7

Saya selalu memberikan tugas PR kepada siswa, agar prestasinya baik.

8

Saya yakin perencanaan yang saya buat dapat mencapai tujuan pembelajaran.

9

Ketika menjelaskan materi pelajaran, saya selalu melihat buku yang berkaitan dengan materi yang saya ajarkan.

10

Saya selalu menyiapkan pokok bahasan sebelum proses pembelajaran di mulai.

11

Memberikan pengarahan kepada siswa tentang penggunaan waktu belajar yang baik, bagi saya itu sangat merepotkan.

12

Saya memberikan pengarahan kepada siswa tentang penggunaan waktu belajar yang baik.

13

Saya tidak pernah memeriksa atau menilai tugas siswa dengan baik.

14

Bagi saya membimbing belajar siswa sangat penting, dalam menunjang prestasinya.

15

Penggunaan media sangat penting dalam proses pembelajaran dan pengajaran dalam bidang studi yang saya ajar

16

Sebelum memulai pelajaran saya tidak pernah mengadakan pre tes kepada siswa.

17

Saya selalu memeriksa atau menilai tugas siswa dengan baik.

18

Dalam proses pembelajaran dan pengajaran khususnya dalam bidang studi yang saya ajar, saya tidak pernah menggunakan media secara maksimal.

19

Sebelum mengajar saya selalu membuat satpel, agar proses pembelajaran berjalan dengan baik.

20

Saya tidak perlu membuat perencanaan yang konkrit dan detail yang siap untuk dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran.

21

Memberikan tes pada siswa hanya pda jadwal semester saja.

22

Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, saya mengadakan tes diakhir proses pembelajaran.

23

Saya tidak perlu memberikan PR kepada siswa, kerena prestasinya sudah baik.

HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI GURU DENGAN PRESTASI PESERTA DIDIK

No

Variabel

Konsep

Dimensi

Indicator

Motivasi mengajar guru (x)

Motivasi mengajar guru merupakan pendorong penggerak dan pengajaran

1.Motivasi mengajar guru dalam membuat perencanaan pengajaran.

- membuat satuan pelajaran.

- menyiapkan pokok bahasan.

- kemampuan guru dalam merencanakan pengajaran.

- membuat perencanaan yang konkrit dan detail yang siap untuk dilaksanakan.

Prestasi belajar siswa (y)

2.motivasi mengajar guru dalam proses pengajaran.

- menguasai materi.

- menyampaikan materi selalu mengacu pada tik.

-menggunakan bermacam-macam metode.

- pentingnya menggunakan media.

3. motivasi mengajar guru dalam penilaian pengajaran.

- mengadakan pre tes.

- mengadakan post tes.

- menilai tugas siswa.

- mengadakan evaluasi tes formatif.

4. motivasi guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

- memberikan tugas-tugas (berupa pr).

- memberikan bimbel.

- mengarahkan bakat dan minat siswa.

- memberikan pengarahan tentang waktu belajar yang baik.

KISI-KISI INSTRUMENT DIMENSI CIRI-CIRI KHAS MENGAJAR GURU

No

Dimensi

Indicator

No. item butir

jumlah

1

Motivasi guru dalam membuat perencanaan pengajaran

- membuat satuan pelajaran.

- menyiapkan pokok bahasan.

- kemampuan guru dalam merencanakan pengajaran.

- membuat perencanaan yang konkrit dan detail yang siap untuk dilaksanakan.

19 dan 1

10

8

20

2

1

1

1

2

Motivasi guru dalam proses pengajaran

- menguasai materi.

- menyampaikan materi selalu mengacu pada tik.

-menggunakan bermacam-macam metode.

- pentingnya menggunakan media.

9 dan 4

5 dan 2

3

15 dan 18

2

2

1

2

3

Motivasi guru dalam penilaian pengajaran

- mengadakan pre tes.

- mengadakan post tes.

- menilai tugas siswa.

- mengadakan evaluasi tes formatif.

16

22 dan 21

17 dan 31

6

1

2

2

1

4

Motivasi guru dalam meningkatkan prstasi belajar siswa

- memberikan tugas-tugas (berupa pr).

- memberikan bimbel.

- memberikan pengarahan tentang waktu belajar yang baik.

7 dan 23

14

12 dan 11

2

1

2

TABEL KISI-KISI INSTRUMENT

No

Pernyataan

Dimensi motivasi guru dalam membuat perencanaan pengajaran

1

2

3

4

5

6

7

8

Sebelum mengajar saya selalu membuat satpel, agar proses pembelajaran berjalan dengan baik.

Sebelum proses pembelajaran kadang-kadang saya membuat satpel kadang-kadang tidak tergantung kondisi.

Saya selalu menyiapkan pokok bahasan sebelum proses pembelajaran di mulai.

Sebelum proses pembelajaran dimulai saya tidak perlu menyiapkan pokok bahasan meteri yang akan disampaikan.

Saya yakin perencanaan yang saya buat dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam perencanaan yang saya buat saya tidak yakin dapat mencapai tujuan pembelajaran

Saya berusaha membuat perencanaan yang konkrit dan detail yang siap untuk dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran.

Saya tidak perlu membuat perencanaan yang konkrit dan detail yang siap untuk dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran.

Dimensi Motivasi guru dalam proses pengajaran

1

2

3

4

5

6

7

Ketika menjelaskan materi pelajaran, sya selalu melihat buku yang berkaitan dengan materi yang saya ajarkan.

Saya tidak pernah melihat buku pelajaran ketika menjelaskan materi.

Agar proses pembelajaran dan pengajaran berjalan dengan efektif dalam menyampaikan materi, sya selalu mengacu pada tik.

Dalam menyampaikan materi saya tidak mengacu pada TIK, karena itu membingungkan saya.

Dalam pross pengajaran di dalam kelas, saya tidak perlu menggunakan bermacam-macam metode.

Dalam proses pengajaran di dalam kelas saya perlu menggunakan bermacam-macam metode untuk menimbulkan motivasi belajar siswa.

Penggunaan media sanagt penting dalam proses pembelajaran dan pengajaran dalam bidang studi yang saya ajar

Dalam proses pembelajaran dan pengajaran khususnya dalam bidang studi yang saya ajar, saya tidak pernah menggunakan media secara maksimal.

Dimensi Motivasi guru dalam penilaian pengajaran

1

2

3

4

5

6

7

8

Saya selalu mengadakan pre tes kepada siswa sebelum memulai pelajaran.

Sebelum memulai pelajaran saya tidak pernah mengadakan pre tes kepada siswa.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, saya mengadakan tes diakhir proses pembelajaran.

Memberikan tes pada siswa hanya pda jadwal semester saja.

Saya selalu memeriksa atau menilai tugas siswa dengan baik.

Saya tidak pernah memeriksa atau menilai tugas siswa dengan baik.

Setiap selesai pembelajaran saya mengadakan evaluasi atau tes formatif.

Setiap selesai pembelajaran saya tidak mengadakan evaluasi atau tes formatif.

Dimensi Motivasi guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa

1

2

3

4

5

6

7

8

Saya selalu memberikan tugas pr kepada siswa, agar prestasinya baik.

Saya tidak perlu memberikan pr kepada siswa, kerena prestasinya sudah baik.

Bagi saya membimbing belajar siswa sanagta penting, dalam menunjang prestasinya.

Bimbingan belajar pada siswa tidak menjadi tanggung jawab saya sebagai guru bidang studi, mereka bisa belajar sendiri.

Saya membantu mengarahkan belajar siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya.

Saya tidak pernah memperhatikan bakat yang dimiliki siswa.

Saya memberikan pengarahan kepada siswa tentang penggunaan waktu belajar yang baik.

Memberikan pengarahan kepada siswa tentang penggunaan waktu belajar yang baik, bagi saya itu sanagt merepotkan.

UJI VALIDITAS ITEM

PENGSKORAN DIMENSI CIRI-CIRI KHAS MENGAJAR GURU

Butir pengamatan

No butir

Skor penilaian

Dimensi MGPP 1

1

1= sebelum proses pembelajaran kadang-kadang saya membuat satpel, kadang-kadang tidak tergantung kondisi (STS)

Dimensi MGPP 2

2

Dalam menyampaikan materi saya tidak mengacu pada TIK, karena itu membingungkan saya (TS)

Dimensi MGPP 3

3

Dalam proses pengajaran di dalam kelas saya perlu menggunakan bermacam-macam metode untuk menimbulkan motivasi belajar siswa (S)

Dimensi MGPP 4

4

Saya tidak pernah melihat buku pelajaran ketika menjelaskan materi (SS)

METODOLOGI PENELITIAN

“HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI GURU DENGAN PESERTA DIDIK”














Nurmalina (106011000146)

Rohani (106011000161)

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2008



[1] Syaiful Bahri Djamaarah & Aswan zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Rineka Cipta, 1997, cet 1, h.43

[2] Slameto, Proses Belajar Mengajar dalam Sks, Bumi Aksara, cet 1, 1991, Jakarta. H.78

[3] Prof. Dr. S. Nasution, Didaktik Asas-asas Mengajar, Remaja Rosdakarya, cet 2, 2000.

[4] Drs. Ad. Rooijakkers, Mengajar dengan Sukses, Pt Grasindo, 1991, Jakarta.

Tidak ada komentar: